Lanjut ke konten

#Mandiri Di Pondok pesantren 

Agustus 12, 2015

Ini buat bu dian ada resep biar ga gelisah😊
#Mandiri Di Pondok#

Keadaan di pondok tidaklah seindah keadaan di rumah yang serba terpenuhi dan tercukupi segala keinginannya. Memondokkan anak berarti mendidik anak menjadi mandiri.
Anak harus terbiasa mengurus dirinya sendiri. Mulai dari makan, minum, mandi, membereskan lemari, pakaian, tempat tidur, memilih pakaian, memakai baju.
Anak harus terbiasa memenuhi kebutuhannya sendiri. Mulai dari membuat susu, teh, mie, beli jajan.
Anak harus terbiasa merawat barang – barangnya sendiri. Mulai dari pakaian, alat – alat sekolahnya, alat – alat makannya, alat – alat mandinya.
Anak harus terbiasa menjaga kebersihannya sendiri, baik kebersihan pakaian, badan, tempat tidur, dan lemari.

#Keputusan memondokkan anak#
Keputusan untuk memondokkan anak adalah keputusan yang berat yang harus diambil oleh orang tua, apalagi anaknya masih kecil, masih umuran SD. Mungkin beribu perasaan berkecamuk di dalam hati orang tua terlebih lagi sang ibu, belum lagi pihak keluarga yang ikut memberatkan dan komentar – komentarnya, jauhnya jarak dan lamanya waktu berpisah semakin menambah berat keputusan diambil, ditambah lagi biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit.
Pondok adalah perjuangan. Tempat bertemunya orang – orang yang berkorban untuk agamanya, orang tua berkorban perasaan, waktu, dana, para santri berkorban tenaga dan pkirannya untuk belajar, para asatidzah berkorban waktu, tenaga dan pikirannya untuk mendidik para santri, para muhsinin dan donatur berkorban dengan hartanya, sungguh suatu perjuangan yang Alloh pertemukan dalam satu wadah yang bernama pondok.
Sesungguhnya perjuangan ini memerlukan ketetapan hati para pelakunya.
Orang tua ketika mulai terbetik di dalam hatinya hendak memondokkan anaknya, tentu telah melihat maslahah dan mafsadahnya, melihat kepada anak yang akan dipondokkannya.
Ketika sudah menjadi keputusan maka bertawakallah kepada Alloh. Berpisahnya dengan anak hanya sementara, masih bisa bertemu dengan mereka di saat – saat liburnya, masih bisa berkomunikasi dengan anak melalui telpon atau HP, masih bisa berkirim surat dan masih bisa mengirim paket untuk mereka.
Jauh dengan anak akan semakin kita merindukannya, berpisah dengan anak menjadikan kita lebih menghargai karunia Alloh kepada kita, jauh dari mereka semakin menjadikan kita disebut – sebut  mereka dalam do’a kita, tidak melihat mereka menjadikan kita semakin ingin mendo’akannya.
Titipkan kepada Alloh agar Alloh yang Maha Pemberi Rizki memberikan mereka kelapangan rizki, titipkan kepada Alloh agar Alloh menjaga mereka karena Alloh yang Maha Memelihara, mintalah selalu  hidayah agar Alloh memberikan mereka taufiq dan hidayah untuk mengikuti kebenaran.

*Bagaimana ketika harus meninggalkan anak di pondok*
–    Penuhi kebutuhan – kebutuhan yang mungkin dia butuhkan di pondok misal : sabun mandi, odol, sikat gigi, handuk, pakaian yang terdiri : pakaian sholat 3 stel, pakaian bermain/kaos 3 stel, pakaian dalam/celana dalam, sendok, piring, wadah untuk menaruh makanan/susu, jaket (disarankan tidak terlalu tebal /sulit mencucinya dan sulit keringnya) pakaian untuk sholat Jum’at, sandal, dll. Keperluan yang kira – kira dibutuhkan oleh pribadi anak, gayung untuk wadah peralatan mandinya.
–    Tinggalkan no HP anda kepengasuh dan nomor yang sekiranya bisa dihubungi, catat juga nomor tersebut di pintu lemari santri dengan keterangan yang jelas.
–    Jangan lupa catat nomor telpon ustadz pengasuh yang ada di asrama anak ada dan nomor telpon ustadz kamar sebelahnya.
–    Tuliskan pesan – pesan yang anda ingin sampaikan ke anak anda pada selembar kertas dan tempelkan di pintu sebelah dalam di lemarinya (upayakan kata – kata yang di sampaikan adalah kalimat – kalimat penyemangat anak anda, mungkin kata mutiara atau kutipan hadits, yang jelas, singkat, padat, mengena dan jangan berupa angan – angan anda yang tinggi sehingga akan sangat sulit diraih dan dilaksanakan oleh anak anda).
–    Kenalkan anak anda kepada ustadz pengasuh, beritahukan bagaimana sifat dan karakternya, bagaimana kebiasaan dia kalau sedang marah, sedang sakit, sedang tidak enak hatinya dan berikan sedikit cara bagaimana biasanya anda menangani anak anda, hal ini akan menjadi modal awal bagi ustadz untuk mendidik anak anda.
–    Beri kepercayaan penuh kepada ustadz pengasuh anak anda. Terangkan apakah anda biasa dengan keras atau tidak, apakah anak anda cukup dengan omongan atau harus dengan keras.
–    Kenalkan anak anda dengan teman –teman satu kamarnya.
*Disaat perpisahan*
–    Kuatkan hati anda jangan biarkan anak melihat kesedihan tampak di wajah anda, yang mana hal itu akan semakin membawanya kepada kesedihan yang lainnya.
–    Katakan kepadanya bahwa anda pasti akan datang lagi ke pondok.
–    Banyak – banyaklah berdo’a untuk ketetapan anak anda, karena saat – saat terberat bagi seorang anak adalah ketika berpisah dengan orang tuanya untuk yang pertama kalinya.
–    Terkadang seorang anak harus ditinggal paksa, tidak mengapa asalkan anda tidak perlu ragu, kalau anda maju mundur/ragu-ragu meninggalkannya akan semakin susah untuk anak anda melepaskan kepergian anda. Berlalulah saja sambil senantiasa mendo’akannya dalam perjalanan pulang anda. Bukankah do’a orang yang musafir/dalam perjalanan do’anya mustajab?
–    Kalau anak anda rewel ketika berpisah, telponlah wali asramanya sehari atau tiga hari setelahnya tanyakan keadaannya, masih sedihkah, murungkah, mau makankah?
–    Pastikan anda berdua/bapak dan ibu dalam keadaan tenang dan tidak mengkhawatirkan keadaannya. Ketenangan orang tua terutama ibu, mungkin bisa berpengaruh kepada ketenangan anak di pondok, berapa banyak anak yang tidak betah dipondok karena orang tuanya tidak seratus persen melepasnya, berapa banyak anak yang harus ditarik dari pondok karena orang tuanya terlalu cinta dan tidak bisa berpisah jauh darinya.

(Besambung insya Alloh)

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: