Lanjut ke konten

Cukup

Desember 3, 2014

December 1, 2014 | reishafatoni

Jika kau tanya, mengapa kini lebih sering terlihat dengan baju berpotongan lurus yang ditemani jilbab sesederhana mungkin sebagai penyempurnanya; maka kan ku jawab..

Cukup.

Bukan soal suka tak suka corsage yang menyembul menawan pun drappery indah menjuntai. Bukan soal tak punya selera. Bukan soal tak mengerti gaya.

Hanya merasa cukup. Cukup atas segala keinginan mengenakan pakaian beraneka rupa. Cukup dengan pengalaman memutar balik bagian kerudung demi hasil memuaskan pandangan mata tanpa menyimak lebih dalam makna atas kecintaan Allah dalam seruannya menutup aurat..

Jika kau tanya, mengapa kini tak berhias, memulas wajahmu hingga tampak menawan; maka kan ku jawab..

Cukup.

Bukan soal tak suka bila mendapati wajah tersempurnakan dengan kelopak ber-eye-shadow berhias lekuk lentik bulu mata ber-mascara, dibingkai dalam tegasnya garis eye-liner. Pun kedua pipi bersemu, dilengkapi manisnya senyum dari bibir berlapis lipstick. Ah, apalagi jika terpesona ajaibnya efek shading yang menjadikan wajah tampak tirus dan di-proporsional-kan sana-sini..

Hanya merasa cukup. Cukup atas segala keinginan bersolek demi hasil memuaskan pandangan mata tanpa menyimak lebih dalam makna atas kecintaan Allah dalam seruannya menundukkan pandangan.

Benarkah sekedar menundukkan pandang? Bagaimana dengan membantu orang sekitar membantu menundukkan pandangan mata agar tak terbelalakkan oleh pesona pemandangan di sekitarnya?

Jika kau tanya, mengapa tak ada update lagu top-hits di playlist ponselmu; maka kan ku jawab..

Cukup.

Bukan soal tak suka nada pun alunan yang menentramkan. Bukan soal tak suka padu padan kata yang menjelma untaian kalimat ber-rima.

Hanya merasa cukup. Cukup atas segala keinginan mengikuti dendang lagu tanpa memahami liriknya. Sekalipun tak mengandung makna menyimpang, sudahkah tak terlena, terbuai, pun terlalaikan dari mengingat Allah? Atau, sudahkah kesenangan dalam menghafal dan memahami qur’an bertambah atau bahkan melebihi kesenangan mendengarkan lantunan nada?

***

Hanya berusaha menilai ulang, seberapa dalam mengingat Allah dari tiap-tiap apa yang dilakukan..

Hanya berusaha merekonstruksi, seberapa benar menilai dan meresapi ayat-ayat Allah untuk kemudian diamalkan..

Dan, catatan ini hanya renungan ba’da subuh dari yang pernah merasa bahwa seruan Allah begitu beratnya untuk dilakukan, pun yang sesekali mempertanyakan mengapa alur kehidupan harus melalui jalur ini atau berbelok ke jalan yang tak terduga; lalu teringat dua firmanNya, tentang sesiapa yang mengaku beriman tak lantas dibiarkan tanpa ujian dan apa yang disuka belum tentu baik untuk diri sebagaimana yang tak disuka belum tentu tak baik untuk diri..

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullaah pernah bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘(Putisan) yang Aku (tetapkan) sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku.’” (HR Bukhari)

Tentang bagian yg tak kau suka dari hidupmu, barangkali begitulah caraNya menjaga cintamu pada sesuatu tak melebihi kecintaanmu padaNya ♡

Sudahkah benar berbaik sangka pada Allah dan seluruh seruan penuh cinta dari-Nya?

reishafatoni

Pinang.9 1103 KUL

December 1st, 2014

05.24 am

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: