Skip to content

Anak sholih

Copas dari sebelah

tolong dishare ke wa istri2nya dirmh yaaaa, juga grup2 yg kita ikuti, insyaAlloh sangat bermanfaat

Assalamualaikum wr wb

Untuk para Ibu-Ibu tersayang…

Salam dari Prof. Muhaya untuk semua orangtua….

Mari kita amalkan 10 tips mendo’akan agar memiliki anak-anak yang sholeh …. terutama tips no 6…

1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat “Iyyakanakbudu waiyyakanastain” (“Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan.”), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.

2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan….”Ibu mau (nama anak) jadi anak yang sholeh, sayang…”

Coba amalkan (seperti kata Ustadz, kata-kata ini bermakna kita bercakap dengan rohnya)

dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

3. Bangun shalat malam, shalat lah disisinya. Maksudnya kita shalat dalam kamar dia dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yang sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat hajat untuknya.

4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.

5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.

6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabbah diri, mungkin kesalahan yang anak kita lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita dimasa lalu.

7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.

8. Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap mendirikan sholat.

(Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat,

Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku)

9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun…jika tidak mempunyai akhlak yang mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik tapi melihat hati yang cantik.

10. Saat mencuci beras niatkan… “Ya Allah…lembutkanlah hati anak-anakku, sebut nama anak kita…..untuk paham agamanya….. (kenapa kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa orangtuanya juga ke neraka)…. seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi “.

Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang thawaf ) sambil sholawat kepada Nabi Muhamad saw.

Hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada Allah selalu.

via : Prof. Dr. Muhaya

– Tausiah ini tidak hanya untuk diri kami saja, maka saya share untuk manfaat kita bersama…✍🙏

Iklan

Obat

Kami dah coba dan hasilnya memang luar biasa. Semua penyakit bisa coba ramuan ini.

Kemarin waktu aku tugas ke NTT aku lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba tampak segar bugar bersih putih kulitnya dan sehat sekali. Saya bertegur sapa dengan beliau “Bapak terlihat sehat sekali Pak”. Setelah itu beliau berceritera : “ya dulu memang saya sakit gagal ginjal dahulunya dan saya harus cuci darah. Bahkan asam urat saya mencapai 14. Dokterpun sudah angkat tangan dengan penyakit saya ini. Namun sekarang saya sembuh total hanya dengan mengkonsumsi ramuan yg diberikan oleh Sinshe saya.

Ramuan itu adalah :

1. 11 (sebelas) siung bawang putih tunggal

2. 2 (dua) siung bawang bombay

3. 3 (tiga) buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Ketiga bahan tersebut diblender semua menjadi satu. Untuk jeruk nipisnya diblender semua beserta kulit dan biji bijinya sekalian. Nah ramuan herbal tersebutlah yg dikonsumsi sehari 3x 1 sendok mkn sebelum makan. Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya tersebut dan ramuan itulah yg ditularkan kepada kami Tim Inspeksi Umum dari Jakarta. Kata beliau sang Shinse nya berpesan kalau sudah sakit apapun mengkonsumsi ini akan sehat. Sekalipun dokter sudah memvonis tidak bakalan sembuh.

Sepulang dari Kupang pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung membuat ramuan tersebut dan walhasil semua keluhannya hilang. Rasa kantuk yg selalu melanda saat jam jam kerja jadi hilang sama sekali. Begitu juga linu2 di tangan. Beliaupun punya anak yg divonis dokter mengalami gejala kangker lidah. Namun ajaib setelah mengkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite punya pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu di atas 200/100 lbh. Setiap bangun pagi selalu tidak bisa lansung duduk dan harus pelan2 untuk bisa duduk. Maka itu dia suruh sang pembantu itu bikin ramuan tersebut dan mengkonsumsinya sebagai uji coba. Setelah dikonsumsi selama 2 minggu sang pembantu itu langsung kencing darah dan setelah itu tensi nya jadi normal menjadi 125/70..

Semoga bermanfaat….

via : fb Dwi Wahyono

Kata bijak

۞اَللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلَىآلِسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ۞ “Jika ada yang mencaci atau memfitnah kita jangan membalas, doakan ia, kerana cacian dan fitnahnya menghapus dosa kita dan membuat kita lebih dicitai Allah, jika kita membalasnya maka kita sama pula keburukannya dengan orang itu”.

۞اَللهُمَّصَلِّعَلَىسَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلَىآلِسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ۞
“Aku telah membuktikanbahawa kenikmatan hidup itu ada pada ke
kita dalam berkorban”

Self Talk ..Bukan Untuk Riya…

Namun Untuk sebenar – benarnya berbagi Kisah…
Ummmm…

Setiap bulannya,

Saya di’tinggali’ beban hutang sekitaran Rp.30 Juta…

Yaa ..

Per BULAN…
Benar – benar Ditinggali…

Diwarisi tepatnya…
Tidak ada bantuan…

Tidak ada penafkahan…
Dan bahkan satu usaha backbone terbesar saya, 

yang saya rintis sejak 2010,

yang lalu merk-nya saya hak patenkan pada tahun 2014 dengan nama BIOSKIN : 

di ambil dan dipergunakan dengan tanpa ijin dan kesepakatan apapun,

Tanpa Bagi hasil..

Tanpa Bagi cipratan sedikitpun…
Produknya bahkan dijual dibawah Harga yang saya tetapkan…

Pelanggan saya Lari…

Dan saya ? 

Akhirnya kehilangan 1 sumber penghasilan terbesar penopang rezeki …
Saya nyaris setiap hari ketakutan,

setiap kedatangan Debt Collector yang Tak mau tahu dan Tak mau dipahamkan… 

Saya benar-benar hanya ditinggali Hutang…

Yang harus saya tanggung sendirian…
Ummmm…
Tidak apa – apa…..

Ada ALLAH…

Yang Maha Kaya..
Otak Saya lalu harus berfikir keras Dan berhitung…

Jika saya berubah haluan ke bisnis lain,

Artinya saya harus memiliki CashFlow minimal 60 Juta…

30 Juta : Untuk membayar Hutang..

30 Juta : Untuk Perputaran Modal..
OK,

” Bismillahirrohmanirrohim..”

Allah Membuka Jalan melalui Omah Gaya yang sekarang saya tekuni…
Setiap Hari saya menetapkan target : 

Biidznillah, ” Ya Allah Bantu saya…Tolong saya ..

2 Juta harus masuk sebagai omzet, agar saya bisa membayar hutang hutang ini setiap bulannya..” 

Bisik saya setiap pagi …
Sebulan : 60 juta harus bisa saya kantongi..

Selama 2 tahun kedepan…

Hingga semua hutang Lunas terbayar…
Untuk makan sehari – hari ?

Gaji dan uang makan PNS yang saya andalkan…
Jika Alhamdulillah over target 60 Juta,

Sekian persen untuk Berdagang dengan Allah melalui Shadaqah & Infaq…

5% Untuk bersenang – senang,

Sisanya ditabung..
Allah memberi Jalan,

Menghamparkan Rezeki,

Kita Manusia : Wajib Meng-Ikhtiari…

Dan Berusaha Mencari..
1 hal pada akhirnya,

Saat ujian – ujian dunia ini mencambuk dan menjadi penguat saya…

Para Wanita :

KITA JANGANLAH MANJA…

JANGAN !!!
√ Kita bukan Cinderella yang cukup dengan modal sepatu Kacanya, nongkrong aja masak-masak di ruang bawah tanah : nunggu sang Pangeran Kaya Raya njemput Untuk menjadikan istrinya…
√ Kita bukan Barbie yang hanya dimiliki orang – orang Berada, melek ketawa sampai gigi kering dipajang di bufet kaca; tapi gak perlu Makan Dan Minum…
√ Kita bukan Marimar, sang Pembantu berwajah cantik jelita, yang dinikahi majikan Berharta yang duitnya uda ga ada seri-nya, di filem filem Telenovela …
√ Kita juga bukan Han Ji Eun & Lee Young Jae di DraKor Full House, yang bisa kawin kontrak trus bisa tinggal di rumah megah, lanjut ketawa ketiwi, bertengkar lucu, trus bahagia selamanya…
Orang yang kita sandari, bisa saja sewaktu waktu pergi..

Orang yang kita cintai, bisa saja sekonyong konyong Tak bersama lagi..

Orang yang kita harapi, bisa saja sekapan kapan melepaskan diri..
Sementara,

Ada Anak Dan keluarga yang masih harus kita peluk kebutuhan Dan keinginannya..
Bangunlah!

lihat potensi kita !

Ada Rezeki yang Allah selipkan Di setiap bakat yang Allah Rahmat kan..
Bisa masak?

Asah dengan menjadi Pinter masak …
Bisa nulis?

Asah agar tulisan itu bisa layak dibukukan…
Bisa ngetik?

Asah agar bisa menjual Jasa pengetikan.. 
Bisa matematik?

Banyak para mama yang butuh guru les yang keibuan…
Bisa punya waktu luang tapi ga punya modal?

Dropship aja produk orang, jadi reseller dan broadcast kalimat dagangan mereka…
Bisa dandan & suka selfie?

Jadi endorser produk kosmetik kan bisa?

Bisa dapat make up gratis ama duit dari tarif…
Menghasilkan kan?
ALLAH ITU MAHA KAYA..

DUIT DAN REZEKINYA : 

DITITIPKAN , DISEBARKAN DAN DIUMBAR DIMANA MANA Dan KEMANA MANA..

GA AKAN HABIS HABIS DIMAKAN MAHLUKNYA SELANGIT DAN SEBUMI …
Kita saja yang menutup potensi dengan terkungkung rasa : Malu, takut memulai dan membingungkan diri..
Lebih bingung mana :

Saat kita dapat Surat Dari sekolah Karena Anak kita telat bayar uang sekolah?
Lebih bingung mana :

Saat kita mendengar Listrik Pra Bayar berbunyi Karena pulsanya tinggal 10 Ka We Ha?
Lebih bingung mana :

Saat kita lihat stok beras, isinya disana hanya sisa Untuk masak sampai 2 hari saja…?
Saya TELAH mengalaminya sahabat.. 
Wanita itu Laksana Teh Celup..

Yang Baru akan bereaksi Saat diceburkan dalam situasi yang panas & menyakitkan..

Tapi,

Apa mesti menunggu disiram air panas dulu 

Baru kita keluarkan ” Wangi Dan Potensi”?
Mulailah Dari sekarang !

Mandiri Dari Sekarang !

Karena Mati itu tidak lebih dulu berkirim kabar..
Saat sewaktu – waktu kita atau Pasangan kita diambil,

Paling tidak : 

• Kita tidak pergi meninggalkan kesusahan Bagi orang orang yang kita cintai…
Paling tidak : 

• Kita tidak pergi begitu saja meninggalkan hutang SPP Anak yang belum kita bayar…
Dan paling tidak,

• Saudara saudara kita : masih akan menemukan saldo direkening, untuk kelak biaya pemakaman kita…
Life Is Simple…:

Pikirkan..

Usahakan…

Kerjakan…
Salam Semangat Wanita Indonesia..!!

Video rizky

Ini lah hidup ​

Anak nakal 

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?*
Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya
“Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?”
Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.
“Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih”, pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.
Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:
*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ 
_*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_
Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.
Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.
“Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola”, tantang mas Dodik ke saya.
Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.
Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc

. disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.
Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)
Siklus Anak Baik ( siklus 1)
_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_
Siklus Anak nakal ( siklus 2)
_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_
Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.
*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?* ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.
Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.
Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*
ini kuncinya:
*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*
*Bila kalian memaafkannya…menemuinya dan melupakan kesalahannya…maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).*
*Caranya* orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.
Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:
_*Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.*_

*Umar Bin Khattab*

[8:29 13/02/2017: saya dapat do’a seperti ini, artinya:
_*”Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya.”*_
[8:31 13/02/2017. 💞💞💞💞💞💞💞💞💞
_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.*_
_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.*_
_*Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.*_
💝💝💝💝💝💝💝💝💝
Semoga bermanfa’at

Barakallahu fiikum…
*yg pnya anak/cucu nakal,monggo di baca n praktekin..*

Riba 

Yang masih bingung antara hutang piutang (qardh) n kerjasama (mudhorobah;musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut:
▶️▶️▶️▶️
👳🏽 Gimana kabarnya mbak?

🙎🏻 Sehat dek, alhamdulillah.
👳🏽 Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.

🙎🏻 Apa apa dek…apa yang bisa tak bantu.
👳🏽 Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.

🙎🏻 Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek?
👳🏽Tambahan modal mbak. Dapat order agak besar, modal saya masih kurang. Bisa bantu mbak?

🙎🏻 Mmm..mau dikembalikan kapan ya?
👳🏽 InsyaAllah dua bulan lagi saya kembalikan.

🙎🏻 Gitu ya. Ini mbak ada sih 20juta. Rencana untuk beli sesuatu. Tapi kalau dua bulan sudah kembali ya gak apa-apa, pakai dulu aja.
👳🏽 Wah, terimakasih mbak.

🙎🏻 Ini nanti mbak dapat bagian dek?
👳🏽 Bagian apa ya mbak?

🙎🏻 Ya kan uangnya untuk usaha, jadi kan ada untungnya tuh. Naa..kalau mbak enggak kasih

pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan?

*tersenyum penuh arti*
👳🏽 Oh, bisa-bisa. Boleh saja kalau mbak pengennya begitu. Nanti saya kasih bagi hasil mbak.

🙎🏻Besarannya bisa kita bicarakan.

Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.
👳🏽 Tapi akadnya ganti ya mbak. Bukan hutang piutang melainkan kerjasama.

🙎🏻 Iyaa..gak masalah. Sama aja lah itu. Cuman beda istilah doang.
👳🏽Bukan cuma istilah mbak, tapi pelaksanaannya juga beda.

🙎🏻Maksudnya??
👳🏽Jadi gini mbak: kalau akadnya hutang, maka jika usaha saya lancar atau tidak lancar ya saya

tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha

saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau

merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya

tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.
🙎🏻Waduh, kalau gitu ya mending uangnya saya deposito kan tho dek: gak ada resiko apa2, uang

utuh, dapat bunga pula.
👳🏽Itulah riba mbak. Salah satu ciri2nya tidak ada resiko dan PASTI untung.
🙎🏻Tapi kalau uangku dipinjam si A untuk usaha ya biasanya aku dapet bagi hasil kok dek. 2% tiap

bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku

kembali 10juta+400ribu.
👳🏽Itu juga riba mbak. Persentase bagi hasil ngitungnya dari laba, bukan berdasar modal yang disertakan. Kalau berdasar modal kan mbak gak tau apakah dia beneran untung atau tidak.
Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu apa bedanya sama deposito?
🙎🏻Dia ikhlas lho dek, mbak gak matok harus sekian persen gitu kok.
👳🏽Meski ikhlas atau saling ridho kalau tidak sesuai syariat ya dosa mbak.
🙎🏻Waduh…syariat kok ribet bener ya.
👳🏽Ya karena kita sudah terlanjur terbiasa dengan yang keliru mbak. Memang butuh perjuangan untuk mengikuti aturan yang benar. Banyak kalau tidak berkah bikin penyakit lho mbak…hehe…
🙎🏻Hmmm…ya sudah, ini 20juta nya hutang aja. Mbak gak siap dengan resiko kerjasama. Nanti dikembalikan dalam dua bulan yaa.
👳🏽Iya mbak. Terimakasih banyak mbak. Meski tidak mendapat hasil berupa materi tapi insyaAllah

mbak tetap ada hasil berupa pahala.

Amiiin..
▶️▶️▶️▶️▶️▶️
Kl cuma bicara anti riba…. burung beopun juga bisa.
Kl cuma diskusi masalah ekonomi umat… ngbrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik.
Ayuuu hidupkan ekonomi mikro.. berikan pancingan bukan ikan.
investasi dunia akhirat
Notes : perhatikan dlm bisnis akad kerjasama kah?? Atau akad peminjaman uang.. ini 2 hukum islam yg berbeda dn efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.
“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)
Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?
Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya. 
Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:
1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.

Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.
2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.
Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?
📝
Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar’i.
*TRANSAKSI PERTAMA RIBA,* karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-. 
Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan. 
Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.
2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.
*TRANSAKSI KEDUA SYARIAH,* karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan. 
2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan. 
Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian. 
Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah. 
Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?
Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan. 
Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK SHARE/BAGIKAN, maka anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share anda, dan juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share kawan anda. 

Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA, Hehehe
Semoga bermanfaat